
1.
KONSTANTA
Konstanta adalah
variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Jadi
konstanta adalah juga variabel bedanya adalah pada nilai yang disimpannya. Jika
nilai datanya sepanjang program berjalan tidak berubahubah, maka sebuah varibel
lebih baik diperlakukan sebagai konstanta. Pada sebuah kode program, biasanya
nilai data dari konstanta diberikan langsung di bagian deklarasi konstanta.
Sedangkan untuk variabel biasanya hanya ditentukan nama variabel dan tipe
datanya tanpa isian nilai data. Aturan penamaan variabel juga berlaku untuk
penamaan konstanta. Demikian juga aturan penetapan tipe data. konstanta dibagi
menjadi 4 :
- Konstanta integer, berupa integer biasa, integer panjang (long int) dan integer tak bertanda (unsigned integer). Nilainya dapat berupa desimal, oktal atau hexadesimal
- Konstanta floating point, dapat mengandung nilai pecahan, yang biasa ditulis dalam bentuk pecahan biasa maupun bentuk eksponensial dan selalu dinyatakan dalam double, kecuali jika diakhiri dengan F atau f (menyatakan konstanta float).
- Konstanta string, merupakan deretan karakter yang diawali dan diakhiri dengan tanda petik ganda (“…“). Juga dapat mengandung karakter yang menggunakan tanda \ yang disebut karakter escape (escape sequence).
- Konstanta karakter, selalu diawali dan diakhiri dengan tanda petik tunggal (‘…’). Beberapa konstanta karakter dapat diawali dengan tanda \ (penempatannya setelah tanda petik tunggal).
Sebagai contoh, jika kita membuat
program perhitungan matematik yang menggunakan nilai pi (3.14159) yang mungkin
akan muncul dibanyak tempat pada kode program, kita dapat membuat pi sebagai
konstanta. Penggunaan konstanta pi akan lebih memudahkan penulisan kode
program dibanding harus mengetikkan nilai 3.14159 berulang-ulang.
Konstanta digunakan apabila anda sering menggunakan
suatu nilai konstanta secara berulang-ulang dalam kode anda, dan anda tidak
ingin kerepotan untuk mengetikkan nilai konstanta itu terus menerus.
Untuk membuat sebuah konstanta pada dasarnya sama sepertUntuk membuat sebuah konstanta pada dasarnya sama seperti Variabel.
const NamaKonstanta: JenisKonstanta := NilaiKonstanta;
Untuk membuat sebuah konstanta pada dasarnya sama sepertUntuk membuat sebuah konstanta pada dasarnya sama seperti Variabel.
const NamaKonstanta: JenisKonstanta := NilaiKonstanta;
2.
VARIABEL
Variabel
adalah identifier yang berisi data yang dapat berubah-ubah nilainya di dalam
program. Variabel dapat disebut juga sebagai perubah nilai, yaitu sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyimpan nilai, dimana nilai yang disimpan ini dapat selalu
berubah-ubah.
JENIS-JENIS
VARIABEL :
1.
Boolean
Data boolean disebut juga data bilangan lojik. Tipe data boolean hanya mengenal dua buah nilai yaitu benar (true) dan salah (false).
Data boolean disebut juga data bilangan lojik. Tipe data boolean hanya mengenal dua buah nilai yaitu benar (true) dan salah (false).
2.
Integer
Data integrer merupakan nilai bilangan bulat dalam bentuk desimal misalnya 1, 2, 34, 765, 0, -89, -70. tipe data integrer mempunyai ranah nilai yang tidak terbatas. Dalam Turbo Pascal terdapat lima macam tipe data integrer, yaitu: byte, shorint, word, integer dan longint.
Data integrer merupakan nilai bilangan bulat dalam bentuk desimal misalnya 1, 2, 34, 765, 0, -89, -70. tipe data integrer mempunyai ranah nilai yang tidak terbatas. Dalam Turbo Pascal terdapat lima macam tipe data integrer, yaitu: byte, shorint, word, integer dan longint.
3.
Real
Data real adalah data yang mengandung data desimal misalkan 3.65, 9.0876, 2.00, dan lain-lain. Bilangan real juga dapat dituliskan dengan notasi E, yang artinya perpangkatan sepuluh. Misalnya 230.40E32 artinya 230.40 x10³².
Data real adalah data yang mengandung data desimal misalkan 3.65, 9.0876, 2.00, dan lain-lain. Bilangan real juga dapat dituliskan dengan notasi E, yang artinya perpangkatan sepuluh. Misalnya 230.40E32 artinya 230.40 x10³².
4.
Karakter
(char)
Data karakter ditulis dengan menggunakan tanda petik ( “ “ ) misalkan “A” ,”@”, “z”, “#”, “1”, “-234”, “+”, “<” dan lain-lain. Tapi perlu diperhatikan “9” adalah karakter tetapi jika di tulis 9 maka tipenya menjadi integer. Maka sarat mutlak menulisan karakter harus menggunakan tanda baca petik ( “ “ ).
Data karakter ditulis dengan menggunakan tanda petik ( “ “ ) misalkan “A” ,”@”, “z”, “#”, “1”, “-234”, “+”, “<” dan lain-lain. Tapi perlu diperhatikan “9” adalah karakter tetapi jika di tulis 9 maka tipenya menjadi integer. Maka sarat mutlak menulisan karakter harus menggunakan tanda baca petik ( “ “ ).
5.
String
Data string adalah untaian karakter-karakter dengan panjang tertentu yang terletak diantara tanda petik tunggal. nilai data string akan menepati memori sebesar banyaknya karakter stringnya ditambah dengan 1 byte. Contoh dari data sring adalah seperti ‘teknik’, ‘informatika’, ‘9876151’ dan sebagainya.
Data string adalah untaian karakter-karakter dengan panjang tertentu yang terletak diantara tanda petik tunggal. nilai data string akan menepati memori sebesar banyaknya karakter stringnya ditambah dengan 1 byte. Contoh dari data sring adalah seperti ‘teknik’, ‘informatika’, ‘9876151’ dan sebagainya.
6.
Pointer
Pointer adalah suatu variabel yang berisi alamat yang akan disimpan pada
memori.
Pointer adalah suatu variabel yang berisi alamat yang akan disimpan pada
memori.
7.
Ordinal
ordinal adalah tipe data yang merupakan subset dari tipe data sederhana (tipe data standart dan tipe data yang di definisikan sendiri oleh pemakai). Yang dimaksud dengan tipe data sederhana adalah semua tipe data kecuali tipe data riel. Jadi yang termasuk tipe data ordinal adalah tipe data stendart (integer, shortint, longit, byte, word, boolean, dan chart), dan tipe data yang didefinisikan sendiri oleh pemakai
ordinal adalah tipe data yang merupakan subset dari tipe data sederhana (tipe data standart dan tipe data yang di definisikan sendiri oleh pemakai). Yang dimaksud dengan tipe data sederhana adalah semua tipe data kecuali tipe data riel. Jadi yang termasuk tipe data ordinal adalah tipe data stendart (integer, shortint, longit, byte, word, boolean, dan chart), dan tipe data yang didefinisikan sendiri oleh pemakai
Pemberian nama variabel harus mengikuti aturan yang
ditetapkan oleh bahasa pemrograman yang kita gunakan. Namun secara umum ada
aturan yang berlaku untuk hampir semua bahasa pemrograman. Aturan-aturan
tersebut yaitu:
- Nama variabel harus diawali dengan huruf.
- Tidak boleh menggunakan spasi pada satu nama variabel. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).
- Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus, seperti : .,+, -, *, /, <, >, &, (, ) dan lain-lain.
- Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci d bahasa pemrograman
3.
OPERATOR
OPERATOR DALAM BAHASA PASCAL
Operator adalah simbol-simbol khusus
yang digunakan untuk mengoperasikan suatu nilai data . Tanda operasi (operator)
di dalam bahasa Pascal dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yaitu
·
Operator Boolean
Operator yang
menyatakan suatu kondisi tertentu.
Macam dari operator
boolean ini adalah:
NO
|
OPERATOR
|
ARTI
|
1
|
Not
|
Hasil ouput akan bernilai 1
apabila semua masukan bernilai 0
|
2
|
And
|
Hasil output akan bernilai 1
apabila semua masukan bernilai 1
|
3
|
Or
|
Hasil output akan bernilai 1
apabila masulan salah satunya bernilai1
|
- Assignment operator
Menggunakan simbol titik dua diikuti oleh tanda sama
dengan (:=).
Contoh :
A:=B;
- Binary operator
Untuk
mengoperasikan dua buah operand. Operand dapat berbentuk konstanta ataupun
variabel. Operator ini digunakan untuk operasi aritmatika yang berhubungan
dengan nilai tipe data integer dan real.
Operator
|
Operasi
|
Tipe
Operand
|
Tipe Hasil
|
*
|
perkalian
|
real,
realinteger, integerreal, integer
|
realintegerreal
|
Div
|
pembagian
bulat
|
integer,integer
|
integer
|
/
|
pembagian
real
|
real,realinteger,integerreal,integer
|
Realrealreal
|
Mod
|
sisa
pembagian
|
integer,integer
|
integer
|
+
|
pertambahan
|
real,realinteger,integerreal,integer
|
realintegerreal
|
-
|
pengurangan
|
real,realinteger,integerreal,real
|
realintegerreal
|
Contoh :
15*5 hasilnya 75
20/3
hasilnya 6.6666666667E+00
div 3
hasilnya 6
20 mod 3 hasilnya
2
- Unary operator
Dapat berupa
unary minus dan unary plus. Unary minus digunakan untuk menunjukkan nilai
negatif, baik pada operang numerik real maupun integer. Unaru plus adalah
operator untuk memberai tanda plus.
Lihat pada
table berikut : (operator pada unary operator)
Operator
|
Arti
|
+ (Plus)
|
Positif
|
- (Minus)
|
Negatif
|
Contoh :
-5 +7
-2.5 +2.5
- Relational operator
Membandingkan
hubungan antara dua buah operand dan akan didapatkan hasil tipe boolean, yaitu
True atau False.
Operator-operator yang terlibat
adalah :
= : sama dengan
> : lebih besar
< : lebih kecil
<> : tidak sama dengan
>= : lebih besar atau sama dengan
<= : kurang atau sama dengan
- Logical operator
Terdapat 4
buah logical operator yaitu : NOT, AND, OR dan XOR. Operator ini bekerja dengan
nilai-nilai logika, yaitu True dan False.
True:jika tipe integer bernilai tidak nol(0)
False jika tipe integer bernilai nol(0)
- Address operator
Operator ini berhubungan dengan alamat di
memori, yaitu :
@ : Addriess-of Operator adalah alamat dari suatu
nilai variabel.
^ : Indirection Operator adalahnilai di alamt yang
ditunjukkan.
Operator ini akan digunakan pada pembahasan mengenai
pointer.
- Set operator
Digunakan untuk operasi himpunan
Operator
|
Operasi
|
+
|
Union
|
-
|
Perbedaan
himpunan
|
*
|
Perkalian
himpunan
|
- String operator
Digunakan
untuk operasi string. Hanya ada sebuah operator string saja, yaitu operator +
yang digunakan untuk menggabungkan dua buah nilai string.
Contoh :
Nama1 := ‘Asa‘;
Nama2 := ‘Anugrah’;
Nama3 := Nama1 + Nama2;
LAMBANG-LAMBANG:
Perioritas
|
Operator
|
Keterangan
|
I
|
()
|
Tanda kurung
|
II
|
++ --
|
Increment, Decrement
|
III
|
* / %
|
Kali, bagi dan sisa
|
IV
|
+ -
|
Tambah dan kurang
|
V
|
= +=
-= *= /= %=
|
Operator pemberi nilai
aritmatika
|
VI
|
!
|
Operator logika NOT
|
VII
|
<
> <= >=
|
Operator relasional
|
VIII
|
&& ||
|
Operator logika DAN dan ATAU
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar